Ikut Aksi Damai 212, Saya Bangga Sama Anak Ini

Ad bawah Judul



arusliar.com – Pagi itu.. dihari minggu tanggal 2 Desember 2018. Malamnya memang saya sudah becandain sama dia kalau saya mau ngajak dia ke acara reuni akbar 212 di Monas, dan dia memang mau ikut katanya. Malampun berganti pagi, karena takut merasa membohonginya saya pun membangunkan dia, Dan ternyata dia serius mau ikut ke acara bersejarah buat umat Islam di Indonesia setidaknya untuk saat ini.

Saya sebenernya gak yakin sama anak ini, secara dia belum pernah ikut ke acara seperti ini sebelumnya, Dan yang saya takutkan adalah, Anak ini minta pulang sebelum waktunya, Sedangkan untuk bisa masuk saja butuh perjuangan. Tapi yang saya khawatirkan tidak terjadi… Alhamdulillah.



Namanya Muhammad Sofyan Alfaridzy, panggilannya “AL” Umurnya 6 tahun lebih beberapa bulan, dan saat artikel ini dibuat  Al masih sekolah di Taman Kanak-kanak. Al kl dirumah cukup manja, hobinya makan, temen mainnya kalau dirumah Cuma 1 orang itupun anak kelas 2 SD. Itulah sekilas tentang Alfaridzy.

Pagi itu tanggal 2 Desember 2018, jam 5 lewat mulai saya bangunin... Biasanya butuh beberapa kali untuk bisa membangunkan Al, Tapi kali ini tidak, Dia langsung bangun terus mandi dan terus berangkat menuju Monas, dan diapun menolak sarapan pagi yang biasanya gak pernah mau kelewat.



Dari rumah kami menuju daerah mangga besar, karena rencananya saya mau menitipkan motor dikantor tempat saya bekerja, dan dilanjutkan dengan naik KRL menuju Setsiun Juanda. Singkat cerita kami sampai disetasiun Juanda, kami pun turun bersama penumpang yang lain yang ternyata mau menghadiri acara reuni akbar 212 juga. Di stasiun sudah penuh dengan saudara-saudara kaum muslimin yang mau hadir di monas, pokoknya ramai deh, ada yang baca solawat, ada yang Takbir macem-macem pokoknya.

Dari Stasiun Juanda, Kami bertiga, Oiya kita bareng sama temen sekantor juga, dia bertiga juga sama anaknya yang masih berumur 9 bulan kalo gak salah. Jalan menuju monas… disambut oleh bapak-bapak polisi dan TNI yang bertugas untuk mengamankan acara reuni akbar 212 tersebut, sepanjang pinggir jalan dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menawarkan berbagai aksesoris atau baju yang berkaitan dengan acara 212 itu.



Oke kita kembali ke si Al, Singkat cerita kita sampai di pintu masuk monas yang deket ke st.juanda-Masjid Istiqlal. Ternyata udah susah banget untuk masuk ke monas, berhubung didalam monas udah padat, panitia melakukan buka tutup jadinya. Mereka mendahulukan wanita dan anak-anak untuk bisa masuk ke area pelataran monas. Saya sempat pisah sama si Al, dia udah masuk sama ibunya, sedangkan saya masih diluar pagar, sampe akhirnya saya bilang kalau anak sama istri saya sudah didalam… akhirnya saya diijinin buat masuk sama panitia.

Nah sampai didalam ternyata sudah penuh juga tuh, kita harus berjalan desak-desakan tapi tertib sama yang lain. Dan yang saya salut sama anak ini, selama desak-desakan dia gak ngeluh sama sekali.  Anak yang saya pikir takut rewel  ternyata luarbiasa menikmati kondisi saat itu. Dan ternyata bukan Cuma anak saya yang keliahatan menikmati suasana saat itu, semua anak yang hadir pada waktu itu semuanya ceria, saya tidak menemukan ada anak yang rewel atau nangis kecapean,atau kepanasan saat berdesakan ataupun didalam area monas saat itu.. SubhanAlloh.



Bahkan anak temen saya yang baru berumur beberapa bulan aja gak rewel, Cuma kedengeran nangis pas ngantuk aja kayanya, Apalagi si Al, anak bongsor ini malah asik mondar mandir sambil ngoceh sendirian, karena ditempat kita duduk dia gak ketemu sama temen sebayanya.

Singkat cerita lagi, Menjelang sholat dzuhur acara reuniakbar 212 sudah beres ceritanya, Setelah Solat kamipun pulang, langsung jalan menuju stasiun Juanda, sampai distasiun… masa sudah memenuhi stasiun, Wow.. ramai riuh..lagi-lagi, Solawat dan takbir mengema disitu.



Dan lagi-lagi si Al harus berdesakan diantara orang dewasa yang berwajah ceria dan ramah yang kemudian memberikan jalan buat kami yang mau naik kereta ke stasiun Mangga Besar  lalu pulang kerumah. Sedangkan yang tanpa anak dan wanita ditahan ditangga stasiun sama keamana stasiun untuk menghindari penumpukan di jalur kereta atau diatas.

Terakhir…

Poinnya adalah, Saya bangga jadi Umat Islam Indonesia, saya senang bisa ikut dalam acara “Reuni Akbar 212” dimana acara yang dihadiri jutaan manusia tapi berjalan dengan tertib,bersih dan damai. Terlebih saya juga bangga sama anak saya yang ternyata bisa ikut dan kelihatan menikmatinya, Padahal hari minggu adalah hari dimana dia biasanya main gadget dan makan lalu gadget lagi dan makan lagi hehehe..

Harapan Saya.

Semoga tahun depan bisa ikut lagi, Dan semoga dengan adanya acara Reuni Akbar 212 ini bisa mempersatukan Umat Islam khususnya di Indonesia, Umumnya di Dunia, Tidak lupa juga bisa menjaga persatuan antar/lintas agama, bisa memberikan kedamaian dan menjaga keutuhan NKRI dari tangan penghianat bangsa yang menyamar jadi orang yang paling Pancasila. Sekian.

Sumber: facebook
Ads diBawah Artikel
Ads Matched Content